Sagusablog merupakan kepanjangan dari satu guru satu blog. Sagusablog merupakan salah satu kanal pembelajaran IGI (Ikatan Guru Indonesia). Materi dalam sagusablog ini disajikan dalam bentuk modul dan aplikasi android. Modul dan aplikasi sagusablog ini ditulis oleh Mr Mung. Mr Mung adalah nama beken di dunia maya dari bapak Amin Mungamar. Mr Mung merupakan warga asli Banjarnegara yang sekarang menjadi abdi negara di SMPN 1 Kaliwungu Kabupaten Semarang yang beralamat di Desa Kaliwungu, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang.
Selasa, 16 April 2019
Senin, 15 April 2019
RPP Kelas 2 Tema 6 Subtema 2 Pembelajaran 1
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Satuan Pendidikan : Kurikulum 2013
Kelas/Semester : II / 2
Tema : 6. Merawat Hewan dan
Tumbuhan
Subtema : 2. Hewan di sekitarku
Pembelajaran
ke :
Satu
Muatan
Pelajaran : Bahasa Indonesia, Matematika, SBdP
Alokasi
Waktu : 1 Pertemuan (5 x 35 menit)
A.
Kompetensi Inti (KI)
1.
Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.
2.
Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab,
santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan
guru.
3.
Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati
(mendengar, melihat, membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang
dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang
dijumpainya di rumah dan di sekolah
4.
Menyajikan
pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang
estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang
mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
Ulangan Harian 1
Silahkan kalian kerjakan soal di bawah ini dengan teliti
Waktu Pengerjaan: 15:00menit!
C. Analisis Materi Struktur dan Fungsi Organel Sel
Berdasarkan
kompetensi dasar pada materi sel terutama kompetensi dasar (KD) 3.1 yakni: memahami
tentang komponen kimiawi penyusun sel, ciri hidup pada sel yang ditunjukkan
oleh struktur, fungsi dan proses yang berlangsung di dalam sel sebagai unit
terkecil kehidupan serta KD 4.1 yakni: menyajikan model/charta/gambar yang
mempresentasikan pemahamannya tentang struktur dan fungsi sel sebagai unit
terkecil kehidupan. Materi terkait organel sel yang akan menjadi fokus bahasan
pada penelitian ini yakni berbagai macam fenomena atau kasus yang berhubungan
dengan struktur dan fungsi dari organel sel, berbagai macam proses yang terjadi
pada organel sel serta beberapa kelainan yang terjadi apabila organel tersebut
mengalami gangguan. Adapun submateri yang akan menjadi fokus bahasan peneliti yakni pada submateri struktur dan fungsi
organel sel. Adapun fenomena atau kasus yang ada pada kartu Who Am I berkaitan dengan konsep
tersebut. Submateri struktur dan fungsi organel sel akan diuraikan secara lebih
rinci sebagai berikut :
1. Inti
Sel (nukleus)
Inti sel dapat diibaratkan seperti
seorang manager pada sebuah pabrik yang mengatur dan mengarahkan semua kegiatan
yang terjadi di pabrik tersebut. Sel membutuhkan organel untuk mengarahkan
semua kegiatan yang terjadi pada sel, dan peran itu dimiliki oleh inti sel
(Biggs et al, 2008). Sel-sel yang
tergolong dalam sel eukariotik mempunyai inti sel yang dibatasi membrane inti
sehingga materi genetic berupa DNA berada
pada kompartemen tersendiri dan terpisah dari sitoplasma, sedangkan
dalam sel-sel prokariotik, karena tidak memiliki membrane inti maka bahan-bahan
ini terdapat dalam sitoplasma sel. Biasanya inti sel terletak di tengah-tengah
sel dengan dikelilingi sitoplasma. Inti sel mengandung seluruh kariotip manusia
yang terdiri atas 46 kromosom (Subowo, 2011).
2. Retikulum
Endoplasma
Retikulum
endoplasma (RE) tampak berupa lembaran yang berlipat-lipat, mengelilingi suatu
ruangan yang disebut lumen atau sisterna yang berbentuk labirin. Retikulum
endoplasma merupakan suatu organels berbentuk kantong-kantong pipih yang
menembus semua daerah sel eukariot
antara membrane plasma dan membrane inti (Budiono, 2012).
Terdapat
2 dua jenis retikulum endoplasma yaitu retikulum endoplasma kasar dan retikulum
endoplasma halus. Pada permukaan retikulum endoplasma kasar terdapat
butir-butir ribosom. Ribosom yang menempel pada RE kasar seperti juga ribosom
bebas.
3. Apparatus
Golgi
Apparatus golgi dapat diibaratkan seperti
pengemasan pada sebuah pabrik. Protein yang telah disintesis di retikulum
endoplasma kasar sebagian besar dari protein tersebut meninggalkan RE kasar
dalam bentuk membran kecil yang disebut vesikel. Vesikel merupakan struktur
bermembran berbentuk seperti gelembung yang berasal dari daerah RE kasar.
Kemudian vesikel tersebut menuju organel lain yakni menuju apparatus golgi (Biggs et
al, 2008).
4. Mitokondria
Mitokondria
pada sebuah sel dapat diibaratkan seperti generator pada sebuah pabrik. Pabrik
memiliki generator sendiri yang menghasilkan listrik ataupun energi yang
dibutuhkan untuk menghasilkan suatu produk. Sel juga memiliki organel yang
perannya serupa dengan generator pabrik, organel tersebut yaitu mitokondria.
Mitokondria mengubah partikel bahan bakar (terutama glukosa) menjadi energy
(Biggs et al, 2008).
Mitokondria
dibatasi oleh membran rangkap yaitu terdiri dari membran luar dan membran
dalam, Membran dalam mitokondria melakukan perluasan ke dalam matriks dengan
membentuk penonjolan-penonjolan yang disebut krista. Dua membran penyusun
mitokondria memiliki fungsi yang berbeda. Membran luar mitokondria terdiri dari
50% lipid dan 50% protein yang menyebabkan membran luar bersifat lebih permeabel
dibandingkan dengan membran dalam.
5. Lisosom
Lisosom dapat diibaratkan seperti petugas
kebersihan pada sebuah unit pabrik. Lisosom merupakan vesikel mengandung enzim
yang mencerna organel berlebih atau organel yang telah rusak serta mencerna
partikel makanan. Lisosom juga mencerna bakteri dan virus yang telah memasuki
sel. Lisosom merupakan organel yang sangat heterogen baik dalam bentuk dan
ukurannya. Keanekaragaman ini mencerminkan bahwa organel ini mempuyai fungsi
yang begitu banyak. Saat lisosom tidak aktif berbentuk bulat atau ovoid.
6. Kloroplas
dan plastida
Plastida merupakan organel dengan membran
tertutup yang berperan penting dalam proses fotosintesis maupun penyimpanan
makanan pada tumbuhan. Kloroplas merupakan plastid dalam banyak hal memiliki
kesamaan dengan bakteri fotosintetik. Berdasarkan teori endosimbiosis, seperti
halnya mitokondria, kloroplas diduga berasal dari bakteri fotosinteteik yang
telah berevolusi dengan endosimbiosis (Starr et al, 2011).
Kloroplas merupakan salah satu organel
yang terdapat pada sel tumbuhan dan ada beberapa organisme yang dapat
berfotosintesis juga memiliki kloroplas seperti ganggang merah, coklat, dan
ganggang hijau. Kloroplas mempunyai membran rangkap, antara membran luar dan
membran dalam dipisahkan oleh ruang antar membran.
7. Sitoskeleton
Salah satu organel yang cukup penting
keberadaanya dalam sel adalah sitoskeleton. Sitoskeleton merupakan struktur
rangka sel yang berbentuk jalinan serabut. Strukturnya membentang dalam
sitoplasma. Sitoskeleton memiliki beberapa tugas di dalam sel. Fungsi itu
antara lain yaitu sebagai pendukung pergerakan sel dan penjaga kestabilan
bentuk sel, atau menjadi rangka sel dan pemberi bentuk sel, pemberi kekuatan
mekanik sel dan membantu motilitas sel (gerakan substansi dari suatu bagian ke
bagian yang lain), menjaga keseluruhan organel sel supaya tetap pada posisinya, dan membantu
gerakan kromosom kearah kutub saat pembelahan sel.
8. Vakuola
Vakuola merupakan ruang sel yang berisi
cairan. Cairan ini adalah air dan berbagai zat yang terlarut didalamnya.
Vakuola ditemukan pada semua sel tumbuhan namun tidak dijumpai pada sel hewan
dan bakteri, kecuali pada hewan uniseluler tingkat rendah (Johnson, 2011).
Fungsi vakuola yaitu (Subowo, 2011) :
a. Memelihara
tekanan osmotic sel
b. Penyimpanan
hasil sintesa berupa glikogen, fenol, dll.
c. Mengadakan
sirkulasi zat dalam sel
d. Tempat
cadangan makanan : amilum dan gula disimpan di vakuola, jika diperlukan dapat
digunakan kembali. Contoh: akar ketela pohon (tepung) dan di batang tebu
(gula).
e. Menyimpan
pigmen: dalam vakuola pada sel-sel mahkota bunga ada pigmen merah, biru,
kuning, dll. Adanya pigmen tersebut yang menyebabkan mahkota bunga berwarna
warni.
f. Menyimpan
sisa metabolisme tidak bisa dikeluarkan tumbuhan, oleh karena itu disimpan di
vakuola. Contoh dari sisa metabolisme diantaranya asam oksalat, alkaloid, dan
getah karet.
Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi
Berpikir tingkat tinggi atau lebih dikenal dengan nama
higher order thingking skills (HOTS)
merupakan wilayah berpikir dalam tataran menganalisis, mensintesis, dan
mengevaluasi dalam struktur taksonomi bloom. Komponen utama berpikir tingkat
tinggi adalah kemampuan berpikir secara kritis, logis, reflektif, kreatif, dan
metakognitif (Sutrisno, 2012). Kemampuan berpikir tingkat tinggi seseorang
ditunjukkan dalam bentuk ketrampilan-ketrampilan yang dilengkapi dengan
penjelasan dan kemampuan untuk mengambil keputusan yag tepat sesuai dengan
permasalahan yang dihadapi. Rofiah, dkk (2013) menyatakan berpikir tingkat
tinggi terjadi ketika seseorang mengambil informasi baru dan informasi yang
tersimpan dalam memori saling berhubungan tau menata kembali dan memperluas informasi
untuk mencapai tujuan atau menemukan jawaban yang mungkin dalam situasi
membingungkan. Kemampuan berpikir tingkat tinggi dapat ditunjukkan melalui
beberapa aspek, yaitu kemampuan berpikir kritis, berpikir kreatif, dan
memecahkan masalah. Oleh karena itu kartu permainan yang diterapkan oleh
peneliti menyajikan berbagai macam fenomena atau kasus yang disajikan kemudian
peserta didik dapat mengambil keputusan untuk menentukan jawaban.
Ketrampilan berpikir tingkat tinggi ada banyak
macamnya. Fokus peneliti pada penelitian ini
yakni untuk melatihkan kemampuan analisis yang merupakan bagian dari
ketrampilan berpikir tingkat tinggi. Menurut Filsaime (2008) kemampuan analisis
merupakan salah satu proses dari ketrampilan berpikir kritis utama.
Kecakapan-kecakapan lain selain analisis yang merupakan bagian dari proses
berpikir kritis yakni interpretasi, evaluasi, inferensi (simpulan), penjelasan,
dan regulasi diri.
Analisis merupakan kemampuan untuk mengidentifikasi
hubungan-hubungan sebab akibat diantara pernyataan, pertanyaan, konsep, deskripsi
atau bentuk representasi lainnya, yang dimaksudkan untuk mengekspresikan
kepercayaan-kepercayaan, penilaian, pengalaman, alasan, argument atau opini.
Analisis meliputi pengujian data, pendekatan argument, dan menganalisis
argument sebagai sub kecakapan analisis (Filsaime, 2008).
Ketrampilan berpikir tingkat tinggi dikembangkan dari
taksonomi bloom dan revised taxonomy
(Anderson dan krathwohl, 2001). Kesuksesan dalam menerapkan HOTS sangat
begantung kepada kemampuan menerapkan, mengorganisasi, dan pengetahuan dalam
kondisi tertentu. Taksonomi Bloom sendiri merupakan taksonomi yang
menggambarkan aktivitas dan tingkah laku baik berasal dari ketrampilan berpikir
tingkat rendah (LOTS) hingga ketrampilan tingkat tinggi (HOTS) (Sutrisno,
2012). Pada taksonomi bloom yang tergolong ke dalam HOTS yaki ranah kognitif
analisis (C4), sintesis (C5), dan evaluasi (C6). Anderson dan krathwohl (2001)
menyatakan perkembangan taksonomi bloom dengan konsep terbaru yang dinamakan revised taxonomy yang terdiri dari enam
kategori dimensi kognitif yaitu remember,
understand, apply, analyze, evaluate, create. Tiga kategori terakhir yaitu analyze, evaluate, create tergolong HOTS
(Sutrisno, 2012).
Ada sedikit perbedaan antara taksonomi yang telah
direvisi oleh Anderson dan Krathwhol, namun tidak mengubah konsep dasar
taksonomi Bloom itu sendiri. Kartu permainan yang diterapkan oleh peneliti
bertujuan agar peserta didik mampu mencapai kemampuan ranah kognitif pada
tingkatan analyzing (C4) yakni peserta didik mampu menganalisis permasalahan
setiap kasus atau fenomena yang ada pada setiap kartu, kemudian menyimpulkan
satu jawaban yang benar.
RPP Kelas 1 tema Pengalamanku Subtema Pengalamanku di Sekolah
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Satuan Pendidikan : SD Negeri 03 Bangka
Kelas/Semester : 1 / 2
Tema : Pengalamanku
Subtema : Pengalaman di Sekolah
Pembelajaran
ke : 3
Muatan
Pelajaran : PPKn, Bahasa Indonesia
dan Matematika
Alokasi
Waktu : 5 Jam Pembelajaran (5 x 35 Menit)
A. Kompetensi
Inti (KI)
- Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.
- Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru dan tetangga.
- Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah.
- Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis, dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.
Permainan Who Am I
Kata
“kartu” dalam kamus besar Bahasa Indonesia adalah kertas tebal yang tidak
seberap besar, biasanya berbentuk persegi panjang (Poerwadarminta, 2006). Kartu
merupakan salah satu bentuk media yang dapat digunakan dalam proses belajar
mengajar untuk mempermudah atau memperjelas penyampaian materi atau ide.
Menurut KBBI kata permainan memiliki sebuah kata dasar yaitu main yang berarti
melakukan permainan untuk menyenangkan
hati (dengan menggunakan alat-alat tertentu atau tidak) atau melakukan
perbuatan untuk bersenang-senang (dengan alat-alat tertentu atau tidak). Ahmadi
dan Sholeh (2005) mengungkapkan permainan adalah suatau perbuatan yang
mengandung keasyikan dan dilakukan atas kehendak diri sendiri, bebas tanpa
paksaan dengan bertujuan untuk memperoleh kesenangan pada waktu melakukan
kegiatan tersebut.
Permainan
ada banyak kategori dan macamnya, salah satu kategori permainan yakni permainan
edukatif. Permainan edukatif menurut Ismail (2003) merupakan suatu kegiatan
yang sangat menyenangkan dan dapat digunakan sebagai alat pendidikan yang
bersifat mendidik. Maksudnya yaitu bahwa permainan edukatif merupakan suatu
kegiatan yang sangat menyenangkan dan dapat digunakan sebagai alat pendidikan
yang bersifat mendidik. Maksudnya yaitu bahwa permainan edukatif merupakan
sebuah permainan yang digunakan dalam proses pembelajaran dan dalam permainan
tersbut mengandung unsur mendidik atau nilai-niai pendidikan.
Permainan
tentu saja bukan satu-satunya metode untuk memotivasi peserta didik, namun
tentu merupakan salah satu yang terbaik (Hirumi, 2014). Permainan kerap kali
memotivasi peserta didik karena imbalan yang berlaku di dalam permainan
menambah konten pengetahuan, dan dengan demikian meningkatkan kinerja
permainan. Permainan terdiri dari sistem aturan yang seimbang secara sempurna
dan bekerja bersama untuk menciptakan pengalaman yang penuh makna dan menarik
bagi pemain. Permainan telah menolong pendidik dan peserta didik untuk memenuhi
standar pendidikan di abad 21 (Hirumi, 2014). Berdasarkan uraian di atas, hal
tersebut mendasari peneliti ingin menerapkan kartu permainan Who Am I untuk melatihkan ketrampilan
berpikir tingkat tinggi peserta didik serta untuk pemantapan materi struktur
dan fungsi organel sel.
Langganan:
Komentar (Atom)
