Berdasarkan
kompetensi dasar pada materi sel terutama kompetensi dasar (KD) 3.1 yakni: memahami
tentang komponen kimiawi penyusun sel, ciri hidup pada sel yang ditunjukkan
oleh struktur, fungsi dan proses yang berlangsung di dalam sel sebagai unit
terkecil kehidupan serta KD 4.1 yakni: menyajikan model/charta/gambar yang
mempresentasikan pemahamannya tentang struktur dan fungsi sel sebagai unit
terkecil kehidupan. Materi terkait organel sel yang akan menjadi fokus bahasan
pada penelitian ini yakni berbagai macam fenomena atau kasus yang berhubungan
dengan struktur dan fungsi dari organel sel, berbagai macam proses yang terjadi
pada organel sel serta beberapa kelainan yang terjadi apabila organel tersebut
mengalami gangguan. Adapun submateri yang akan menjadi fokus bahasan peneliti yakni pada submateri struktur dan fungsi
organel sel. Adapun fenomena atau kasus yang ada pada kartu Who Am I berkaitan dengan konsep
tersebut. Submateri struktur dan fungsi organel sel akan diuraikan secara lebih
rinci sebagai berikut :
1. Inti
Sel (nukleus)
Inti sel dapat diibaratkan seperti
seorang manager pada sebuah pabrik yang mengatur dan mengarahkan semua kegiatan
yang terjadi di pabrik tersebut. Sel membutuhkan organel untuk mengarahkan
semua kegiatan yang terjadi pada sel, dan peran itu dimiliki oleh inti sel
(Biggs et al, 2008). Sel-sel yang
tergolong dalam sel eukariotik mempunyai inti sel yang dibatasi membrane inti
sehingga materi genetic berupa DNA berada
pada kompartemen tersendiri dan terpisah dari sitoplasma, sedangkan
dalam sel-sel prokariotik, karena tidak memiliki membrane inti maka bahan-bahan
ini terdapat dalam sitoplasma sel. Biasanya inti sel terletak di tengah-tengah
sel dengan dikelilingi sitoplasma. Inti sel mengandung seluruh kariotip manusia
yang terdiri atas 46 kromosom (Subowo, 2011).
2. Retikulum
Endoplasma
Retikulum
endoplasma (RE) tampak berupa lembaran yang berlipat-lipat, mengelilingi suatu
ruangan yang disebut lumen atau sisterna yang berbentuk labirin. Retikulum
endoplasma merupakan suatu organels berbentuk kantong-kantong pipih yang
menembus semua daerah sel eukariot
antara membrane plasma dan membrane inti (Budiono, 2012).
Terdapat
2 dua jenis retikulum endoplasma yaitu retikulum endoplasma kasar dan retikulum
endoplasma halus. Pada permukaan retikulum endoplasma kasar terdapat
butir-butir ribosom. Ribosom yang menempel pada RE kasar seperti juga ribosom
bebas.
3. Apparatus
Golgi
Apparatus golgi dapat diibaratkan seperti
pengemasan pada sebuah pabrik. Protein yang telah disintesis di retikulum
endoplasma kasar sebagian besar dari protein tersebut meninggalkan RE kasar
dalam bentuk membran kecil yang disebut vesikel. Vesikel merupakan struktur
bermembran berbentuk seperti gelembung yang berasal dari daerah RE kasar.
Kemudian vesikel tersebut menuju organel lain yakni menuju apparatus golgi (Biggs et
al, 2008).
4. Mitokondria
Mitokondria
pada sebuah sel dapat diibaratkan seperti generator pada sebuah pabrik. Pabrik
memiliki generator sendiri yang menghasilkan listrik ataupun energi yang
dibutuhkan untuk menghasilkan suatu produk. Sel juga memiliki organel yang
perannya serupa dengan generator pabrik, organel tersebut yaitu mitokondria.
Mitokondria mengubah partikel bahan bakar (terutama glukosa) menjadi energy
(Biggs et al, 2008).
Mitokondria
dibatasi oleh membran rangkap yaitu terdiri dari membran luar dan membran
dalam, Membran dalam mitokondria melakukan perluasan ke dalam matriks dengan
membentuk penonjolan-penonjolan yang disebut krista. Dua membran penyusun
mitokondria memiliki fungsi yang berbeda. Membran luar mitokondria terdiri dari
50% lipid dan 50% protein yang menyebabkan membran luar bersifat lebih permeabel
dibandingkan dengan membran dalam.
5. Lisosom
Lisosom dapat diibaratkan seperti petugas
kebersihan pada sebuah unit pabrik. Lisosom merupakan vesikel mengandung enzim
yang mencerna organel berlebih atau organel yang telah rusak serta mencerna
partikel makanan. Lisosom juga mencerna bakteri dan virus yang telah memasuki
sel. Lisosom merupakan organel yang sangat heterogen baik dalam bentuk dan
ukurannya. Keanekaragaman ini mencerminkan bahwa organel ini mempuyai fungsi
yang begitu banyak. Saat lisosom tidak aktif berbentuk bulat atau ovoid.
6. Kloroplas
dan plastida
Plastida merupakan organel dengan membran
tertutup yang berperan penting dalam proses fotosintesis maupun penyimpanan
makanan pada tumbuhan. Kloroplas merupakan plastid dalam banyak hal memiliki
kesamaan dengan bakteri fotosintetik. Berdasarkan teori endosimbiosis, seperti
halnya mitokondria, kloroplas diduga berasal dari bakteri fotosinteteik yang
telah berevolusi dengan endosimbiosis (Starr et al, 2011).
Kloroplas merupakan salah satu organel
yang terdapat pada sel tumbuhan dan ada beberapa organisme yang dapat
berfotosintesis juga memiliki kloroplas seperti ganggang merah, coklat, dan
ganggang hijau. Kloroplas mempunyai membran rangkap, antara membran luar dan
membran dalam dipisahkan oleh ruang antar membran.
7. Sitoskeleton
Salah satu organel yang cukup penting
keberadaanya dalam sel adalah sitoskeleton. Sitoskeleton merupakan struktur
rangka sel yang berbentuk jalinan serabut. Strukturnya membentang dalam
sitoplasma. Sitoskeleton memiliki beberapa tugas di dalam sel. Fungsi itu
antara lain yaitu sebagai pendukung pergerakan sel dan penjaga kestabilan
bentuk sel, atau menjadi rangka sel dan pemberi bentuk sel, pemberi kekuatan
mekanik sel dan membantu motilitas sel (gerakan substansi dari suatu bagian ke
bagian yang lain), menjaga keseluruhan organel sel supaya tetap pada posisinya, dan membantu
gerakan kromosom kearah kutub saat pembelahan sel.
8. Vakuola
Vakuola merupakan ruang sel yang berisi
cairan. Cairan ini adalah air dan berbagai zat yang terlarut didalamnya.
Vakuola ditemukan pada semua sel tumbuhan namun tidak dijumpai pada sel hewan
dan bakteri, kecuali pada hewan uniseluler tingkat rendah (Johnson, 2011).
Fungsi vakuola yaitu (Subowo, 2011) :
a. Memelihara
tekanan osmotic sel
b. Penyimpanan
hasil sintesa berupa glikogen, fenol, dll.
c. Mengadakan
sirkulasi zat dalam sel
d. Tempat
cadangan makanan : amilum dan gula disimpan di vakuola, jika diperlukan dapat
digunakan kembali. Contoh: akar ketela pohon (tepung) dan di batang tebu
(gula).
e. Menyimpan
pigmen: dalam vakuola pada sel-sel mahkota bunga ada pigmen merah, biru,
kuning, dll. Adanya pigmen tersebut yang menyebabkan mahkota bunga berwarna
warni.
f. Menyimpan
sisa metabolisme tidak bisa dikeluarkan tumbuhan, oleh karena itu disimpan di
vakuola. Contoh dari sisa metabolisme diantaranya asam oksalat, alkaloid, dan
getah karet.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar