Senin, 15 April 2019

C. Analisis Materi Struktur dan Fungsi Organel Sel


Berdasarkan kompetensi dasar pada materi sel terutama kompetensi dasar (KD) 3.1 yakni: memahami tentang komponen kimiawi penyusun sel, ciri hidup pada sel yang ditunjukkan oleh struktur, fungsi dan proses yang berlangsung di dalam sel sebagai unit terkecil kehidupan serta KD 4.1 yakni: menyajikan model/charta/gambar yang mempresentasikan pemahamannya tentang struktur dan fungsi sel sebagai unit terkecil kehidupan. Materi terkait organel sel yang akan menjadi fokus bahasan pada penelitian ini yakni berbagai macam fenomena atau kasus yang berhubungan dengan struktur dan fungsi dari organel sel, berbagai macam proses yang terjadi pada organel sel serta beberapa kelainan yang terjadi apabila organel tersebut mengalami gangguan. Adapun submateri yang akan menjadi fokus bahasan peneliti  yakni pada submateri struktur dan fungsi organel sel. Adapun fenomena atau kasus yang ada pada kartu Who Am I berkaitan dengan konsep tersebut. Submateri struktur dan fungsi organel sel akan diuraikan secara lebih rinci sebagai berikut :
1.     Inti Sel (nukleus)
      Inti sel dapat diibaratkan seperti seorang manager pada sebuah pabrik yang mengatur dan mengarahkan semua kegiatan yang terjadi di pabrik tersebut. Sel membutuhkan organel untuk mengarahkan semua kegiatan yang terjadi pada sel, dan peran itu dimiliki oleh inti sel (Biggs et al, 2008). Sel-sel yang tergolong dalam sel eukariotik mempunyai inti sel yang dibatasi membrane inti sehingga materi genetic berupa DNA berada  pada kompartemen tersendiri dan terpisah dari sitoplasma, sedangkan dalam sel-sel prokariotik, karena tidak memiliki membrane inti maka bahan-bahan ini terdapat dalam sitoplasma sel. Biasanya inti sel terletak di tengah-tengah sel dengan dikelilingi sitoplasma. Inti sel mengandung seluruh kariotip manusia yang terdiri atas 46 kromosom (Subowo, 2011).
2.     Retikulum Endoplasma
Retikulum endoplasma (RE) tampak berupa lembaran yang berlipat-lipat, mengelilingi suatu ruangan yang disebut lumen atau sisterna yang berbentuk labirin. Retikulum endoplasma merupakan suatu organels berbentuk kantong-kantong pipih yang menembus  semua daerah sel eukariot antara membrane plasma dan membrane inti (Budiono, 2012).
Terdapat 2 dua jenis retikulum endoplasma yaitu retikulum endoplasma kasar dan retikulum endoplasma halus. Pada permukaan retikulum endoplasma kasar terdapat butir-butir ribosom. Ribosom yang menempel pada RE kasar seperti juga ribosom bebas.
3.     Apparatus Golgi
Apparatus golgi dapat diibaratkan seperti pengemasan pada sebuah pabrik. Protein yang telah disintesis di retikulum endoplasma kasar sebagian besar dari protein tersebut meninggalkan RE kasar dalam bentuk membran kecil yang disebut vesikel. Vesikel merupakan struktur bermembran berbentuk seperti gelembung yang berasal dari daerah RE kasar. Kemudian vesikel tersebut menuju organel lain yakni menuju apparatus golgi  (Biggs et al, 2008).
4.     Mitokondria
Mitokondria pada sebuah sel dapat diibaratkan seperti generator pada sebuah pabrik. Pabrik memiliki generator sendiri yang menghasilkan listrik ataupun energi yang dibutuhkan untuk menghasilkan suatu produk. Sel juga memiliki organel yang perannya serupa dengan generator pabrik, organel tersebut yaitu mitokondria. Mitokondria mengubah partikel bahan bakar (terutama glukosa) menjadi energy (Biggs et al, 2008).
Mitokondria dibatasi oleh membran rangkap yaitu terdiri dari membran luar dan membran dalam, Membran dalam mitokondria melakukan perluasan ke dalam matriks dengan membentuk penonjolan-penonjolan yang disebut krista. Dua membran penyusun mitokondria memiliki fungsi yang berbeda. Membran luar mitokondria terdiri dari 50% lipid dan 50% protein yang menyebabkan membran luar bersifat lebih permeabel dibandingkan dengan membran dalam.
5.     Lisosom
Lisosom dapat diibaratkan seperti petugas kebersihan pada sebuah unit pabrik. Lisosom merupakan vesikel mengandung enzim yang mencerna organel berlebih atau organel yang telah rusak serta mencerna partikel makanan. Lisosom juga mencerna bakteri dan virus yang telah memasuki sel. Lisosom merupakan organel yang sangat heterogen baik dalam bentuk dan ukurannya. Keanekaragaman ini mencerminkan bahwa organel ini mempuyai fungsi yang begitu banyak. Saat lisosom tidak aktif berbentuk bulat atau ovoid.
6.     Kloroplas dan plastida
Plastida merupakan organel dengan membran tertutup yang berperan penting dalam proses fotosintesis maupun penyimpanan makanan pada tumbuhan. Kloroplas merupakan plastid dalam banyak hal memiliki kesamaan dengan bakteri fotosintetik. Berdasarkan teori endosimbiosis, seperti halnya mitokondria, kloroplas diduga berasal dari bakteri fotosinteteik yang telah berevolusi dengan endosimbiosis (Starr et al, 2011).
Kloroplas merupakan salah satu organel yang terdapat pada sel tumbuhan dan ada beberapa organisme yang dapat berfotosintesis juga memiliki kloroplas seperti ganggang merah, coklat, dan ganggang hijau. Kloroplas mempunyai membran rangkap, antara membran luar dan membran dalam dipisahkan oleh ruang antar membran.
7.     Sitoskeleton
Salah satu organel yang cukup penting keberadaanya dalam sel adalah sitoskeleton. Sitoskeleton merupakan struktur rangka sel yang berbentuk jalinan serabut. Strukturnya membentang dalam sitoplasma. Sitoskeleton memiliki beberapa tugas di dalam sel. Fungsi itu antara lain yaitu sebagai pendukung pergerakan sel dan penjaga kestabilan bentuk sel, atau menjadi rangka sel dan pemberi bentuk sel, pemberi kekuatan mekanik sel dan membantu motilitas sel (gerakan substansi dari suatu bagian ke bagian yang lain), menjaga keseluruhan organel sel  supaya tetap pada posisinya, dan membantu gerakan kromosom kearah kutub saat pembelahan sel.
8.     Vakuola
Vakuola merupakan ruang sel yang berisi cairan. Cairan ini adalah air dan berbagai zat yang terlarut didalamnya. Vakuola ditemukan pada semua sel tumbuhan namun tidak dijumpai pada sel hewan dan bakteri, kecuali pada hewan uniseluler tingkat rendah (Johnson, 2011). Fungsi vakuola yaitu (Subowo, 2011) :
a.     Memelihara tekanan osmotic sel
b.     Penyimpanan hasil sintesa berupa glikogen, fenol, dll.
c.     Mengadakan sirkulasi zat dalam sel
d.     Tempat cadangan makanan : amilum dan gula disimpan di vakuola, jika diperlukan dapat digunakan kembali. Contoh: akar ketela pohon (tepung) dan di batang tebu (gula).
e.     Menyimpan pigmen: dalam vakuola pada sel-sel mahkota bunga ada pigmen merah, biru, kuning, dll. Adanya pigmen tersebut yang menyebabkan mahkota bunga berwarna warni.
f.      Menyimpan sisa metabolisme tidak bisa dikeluarkan tumbuhan, oleh karena itu disimpan di vakuola. Contoh dari sisa metabolisme diantaranya asam oksalat, alkaloid, dan getah karet.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar