Senin, 15 April 2019

Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi


Berpikir tingkat tinggi atau lebih dikenal dengan nama higher order thingking skills (HOTS) merupakan wilayah berpikir dalam tataran menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi dalam struktur taksonomi bloom. Komponen utama berpikir tingkat tinggi adalah kemampuan berpikir secara kritis, logis, reflektif, kreatif, dan metakognitif (Sutrisno, 2012). Kemampuan berpikir tingkat tinggi seseorang ditunjukkan dalam bentuk ketrampilan-ketrampilan yang dilengkapi dengan penjelasan dan kemampuan untuk mengambil keputusan yag tepat sesuai dengan permasalahan yang dihadapi. Rofiah, dkk (2013) menyatakan berpikir tingkat tinggi terjadi ketika seseorang mengambil informasi baru dan informasi yang tersimpan dalam memori saling berhubungan tau menata kembali dan memperluas informasi untuk mencapai tujuan atau menemukan jawaban yang mungkin dalam situasi membingungkan. Kemampuan berpikir tingkat tinggi dapat ditunjukkan melalui beberapa aspek, yaitu kemampuan berpikir kritis, berpikir kreatif, dan memecahkan masalah. Oleh karena itu kartu permainan yang diterapkan oleh peneliti menyajikan berbagai macam fenomena atau kasus yang disajikan kemudian peserta didik dapat mengambil keputusan untuk menentukan jawaban.
Ketrampilan berpikir tingkat tinggi ada banyak macamnya. Fokus peneliti pada penelitian ini  yakni untuk melatihkan kemampuan analisis yang merupakan bagian dari ketrampilan berpikir tingkat tinggi. Menurut Filsaime (2008) kemampuan analisis merupakan salah satu proses dari ketrampilan berpikir kritis utama. Kecakapan-kecakapan lain selain analisis yang merupakan bagian dari proses berpikir kritis yakni interpretasi, evaluasi, inferensi (simpulan), penjelasan, dan regulasi diri.
Analisis merupakan kemampuan untuk mengidentifikasi hubungan-hubungan sebab akibat diantara pernyataan, pertanyaan, konsep, deskripsi atau bentuk representasi lainnya, yang dimaksudkan untuk mengekspresikan kepercayaan-kepercayaan, penilaian, pengalaman, alasan, argument atau opini. Analisis meliputi pengujian data, pendekatan argument, dan menganalisis argument sebagai sub kecakapan analisis (Filsaime, 2008).
Ketrampilan berpikir tingkat tinggi dikembangkan dari taksonomi bloom dan revised taxonomy (Anderson dan krathwohl, 2001). Kesuksesan dalam menerapkan HOTS sangat begantung kepada kemampuan menerapkan, mengorganisasi, dan pengetahuan dalam kondisi tertentu. Taksonomi Bloom sendiri merupakan taksonomi yang menggambarkan aktivitas dan tingkah laku baik berasal dari ketrampilan berpikir tingkat rendah (LOTS) hingga ketrampilan tingkat tinggi (HOTS) (Sutrisno, 2012). Pada taksonomi bloom yang tergolong ke dalam HOTS yaki ranah kognitif analisis (C4), sintesis (C5), dan evaluasi (C6). Anderson dan krathwohl (2001) menyatakan perkembangan taksonomi bloom dengan konsep terbaru yang dinamakan revised taxonomy yang terdiri dari enam kategori dimensi kognitif yaitu remember, understand, apply, analyze, evaluate, create. Tiga kategori terakhir yaitu analyze, evaluate, create tergolong HOTS (Sutrisno, 2012).
Ada sedikit perbedaan antara taksonomi yang telah direvisi oleh Anderson dan Krathwhol, namun tidak mengubah konsep dasar taksonomi Bloom itu sendiri. Kartu permainan yang diterapkan oleh peneliti bertujuan agar peserta didik mampu mencapai kemampuan ranah kognitif pada tingkatan analyzing (C4) yakni peserta didik mampu menganalisis permasalahan setiap kasus atau fenomena yang ada pada setiap kartu, kemudian menyimpulkan satu jawaban yang benar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar