Berpikir tingkat tinggi atau lebih dikenal dengan nama
higher order thingking skills (HOTS)
merupakan wilayah berpikir dalam tataran menganalisis, mensintesis, dan
mengevaluasi dalam struktur taksonomi bloom. Komponen utama berpikir tingkat
tinggi adalah kemampuan berpikir secara kritis, logis, reflektif, kreatif, dan
metakognitif (Sutrisno, 2012). Kemampuan berpikir tingkat tinggi seseorang
ditunjukkan dalam bentuk ketrampilan-ketrampilan yang dilengkapi dengan
penjelasan dan kemampuan untuk mengambil keputusan yag tepat sesuai dengan
permasalahan yang dihadapi. Rofiah, dkk (2013) menyatakan berpikir tingkat
tinggi terjadi ketika seseorang mengambil informasi baru dan informasi yang
tersimpan dalam memori saling berhubungan tau menata kembali dan memperluas informasi
untuk mencapai tujuan atau menemukan jawaban yang mungkin dalam situasi
membingungkan. Kemampuan berpikir tingkat tinggi dapat ditunjukkan melalui
beberapa aspek, yaitu kemampuan berpikir kritis, berpikir kreatif, dan
memecahkan masalah. Oleh karena itu kartu permainan yang diterapkan oleh
peneliti menyajikan berbagai macam fenomena atau kasus yang disajikan kemudian
peserta didik dapat mengambil keputusan untuk menentukan jawaban.
Ketrampilan berpikir tingkat tinggi ada banyak
macamnya. Fokus peneliti pada penelitian ini
yakni untuk melatihkan kemampuan analisis yang merupakan bagian dari
ketrampilan berpikir tingkat tinggi. Menurut Filsaime (2008) kemampuan analisis
merupakan salah satu proses dari ketrampilan berpikir kritis utama.
Kecakapan-kecakapan lain selain analisis yang merupakan bagian dari proses
berpikir kritis yakni interpretasi, evaluasi, inferensi (simpulan), penjelasan,
dan regulasi diri.
Analisis merupakan kemampuan untuk mengidentifikasi
hubungan-hubungan sebab akibat diantara pernyataan, pertanyaan, konsep, deskripsi
atau bentuk representasi lainnya, yang dimaksudkan untuk mengekspresikan
kepercayaan-kepercayaan, penilaian, pengalaman, alasan, argument atau opini.
Analisis meliputi pengujian data, pendekatan argument, dan menganalisis
argument sebagai sub kecakapan analisis (Filsaime, 2008).
Ketrampilan berpikir tingkat tinggi dikembangkan dari
taksonomi bloom dan revised taxonomy
(Anderson dan krathwohl, 2001). Kesuksesan dalam menerapkan HOTS sangat
begantung kepada kemampuan menerapkan, mengorganisasi, dan pengetahuan dalam
kondisi tertentu. Taksonomi Bloom sendiri merupakan taksonomi yang
menggambarkan aktivitas dan tingkah laku baik berasal dari ketrampilan berpikir
tingkat rendah (LOTS) hingga ketrampilan tingkat tinggi (HOTS) (Sutrisno,
2012). Pada taksonomi bloom yang tergolong ke dalam HOTS yaki ranah kognitif
analisis (C4), sintesis (C5), dan evaluasi (C6). Anderson dan krathwohl (2001)
menyatakan perkembangan taksonomi bloom dengan konsep terbaru yang dinamakan revised taxonomy yang terdiri dari enam
kategori dimensi kognitif yaitu remember,
understand, apply, analyze, evaluate, create. Tiga kategori terakhir yaitu analyze, evaluate, create tergolong HOTS
(Sutrisno, 2012).
Ada sedikit perbedaan antara taksonomi yang telah
direvisi oleh Anderson dan Krathwhol, namun tidak mengubah konsep dasar
taksonomi Bloom itu sendiri. Kartu permainan yang diterapkan oleh peneliti
bertujuan agar peserta didik mampu mencapai kemampuan ranah kognitif pada
tingkatan analyzing (C4) yakni peserta didik mampu menganalisis permasalahan
setiap kasus atau fenomena yang ada pada setiap kartu, kemudian menyimpulkan
satu jawaban yang benar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar