Selasa, 16 April 2019

SAGUSABLOG

Sagusablog merupakan kepanjangan dari satu guru satu blog. Sagusablog merupakan salah satu kanal pembelajaran IGI (Ikatan Guru Indonesia). Materi dalam sagusablog ini disajikan dalam bentuk modul dan aplikasi android. Modul dan aplikasi sagusablog ini ditulis oleh Mr Mung. Mr Mung adalah nama beken di dunia maya dari bapak Amin Mungamar. Mr Mung merupakan warga asli Banjarnegara yang sekarang menjadi abdi negara di SMPN 1 Kaliwungu Kabupaten Semarang yang beralamat di Desa Kaliwungu, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang.

Senin, 15 April 2019

RPP Kelas 2 Tema 6 Subtema 2 Pembelajaran 1


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
              Satuan Pendidikan    : Kurikulum 2013
                                      Kelas/Semester         : II / 2
                                      Tema                         : 6. Merawat Hewan dan Tumbuhan
                                      Subtema                    : 2. Hewan di sekitarku
                                      Pembelajaran ke       :  Satu
                                      Muatan Pelajaran      : Bahasa Indonesia, Matematika, SBdP
                                      Alokasi Waktu          : 1 Pertemuan (5 x 35 menit)

A.    Kompetensi Inti (KI)
1.     Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.
2.     Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru.
3.     Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah
4.     Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia

Ulangan Harian 1

Silahkan kalian kerjakan soal di bawah ini dengan teliti
Waktu Pengerjaan: 15:00menit!

C. Analisis Materi Struktur dan Fungsi Organel Sel


Berdasarkan kompetensi dasar pada materi sel terutama kompetensi dasar (KD) 3.1 yakni: memahami tentang komponen kimiawi penyusun sel, ciri hidup pada sel yang ditunjukkan oleh struktur, fungsi dan proses yang berlangsung di dalam sel sebagai unit terkecil kehidupan serta KD 4.1 yakni: menyajikan model/charta/gambar yang mempresentasikan pemahamannya tentang struktur dan fungsi sel sebagai unit terkecil kehidupan. Materi terkait organel sel yang akan menjadi fokus bahasan pada penelitian ini yakni berbagai macam fenomena atau kasus yang berhubungan dengan struktur dan fungsi dari organel sel, berbagai macam proses yang terjadi pada organel sel serta beberapa kelainan yang terjadi apabila organel tersebut mengalami gangguan. Adapun submateri yang akan menjadi fokus bahasan peneliti  yakni pada submateri struktur dan fungsi organel sel. Adapun fenomena atau kasus yang ada pada kartu Who Am I berkaitan dengan konsep tersebut. Submateri struktur dan fungsi organel sel akan diuraikan secara lebih rinci sebagai berikut :
1.     Inti Sel (nukleus)
      Inti sel dapat diibaratkan seperti seorang manager pada sebuah pabrik yang mengatur dan mengarahkan semua kegiatan yang terjadi di pabrik tersebut. Sel membutuhkan organel untuk mengarahkan semua kegiatan yang terjadi pada sel, dan peran itu dimiliki oleh inti sel (Biggs et al, 2008). Sel-sel yang tergolong dalam sel eukariotik mempunyai inti sel yang dibatasi membrane inti sehingga materi genetic berupa DNA berada  pada kompartemen tersendiri dan terpisah dari sitoplasma, sedangkan dalam sel-sel prokariotik, karena tidak memiliki membrane inti maka bahan-bahan ini terdapat dalam sitoplasma sel. Biasanya inti sel terletak di tengah-tengah sel dengan dikelilingi sitoplasma. Inti sel mengandung seluruh kariotip manusia yang terdiri atas 46 kromosom (Subowo, 2011).
2.     Retikulum Endoplasma
Retikulum endoplasma (RE) tampak berupa lembaran yang berlipat-lipat, mengelilingi suatu ruangan yang disebut lumen atau sisterna yang berbentuk labirin. Retikulum endoplasma merupakan suatu organels berbentuk kantong-kantong pipih yang menembus  semua daerah sel eukariot antara membrane plasma dan membrane inti (Budiono, 2012).
Terdapat 2 dua jenis retikulum endoplasma yaitu retikulum endoplasma kasar dan retikulum endoplasma halus. Pada permukaan retikulum endoplasma kasar terdapat butir-butir ribosom. Ribosom yang menempel pada RE kasar seperti juga ribosom bebas.
3.     Apparatus Golgi
Apparatus golgi dapat diibaratkan seperti pengemasan pada sebuah pabrik. Protein yang telah disintesis di retikulum endoplasma kasar sebagian besar dari protein tersebut meninggalkan RE kasar dalam bentuk membran kecil yang disebut vesikel. Vesikel merupakan struktur bermembran berbentuk seperti gelembung yang berasal dari daerah RE kasar. Kemudian vesikel tersebut menuju organel lain yakni menuju apparatus golgi  (Biggs et al, 2008).
4.     Mitokondria
Mitokondria pada sebuah sel dapat diibaratkan seperti generator pada sebuah pabrik. Pabrik memiliki generator sendiri yang menghasilkan listrik ataupun energi yang dibutuhkan untuk menghasilkan suatu produk. Sel juga memiliki organel yang perannya serupa dengan generator pabrik, organel tersebut yaitu mitokondria. Mitokondria mengubah partikel bahan bakar (terutama glukosa) menjadi energy (Biggs et al, 2008).
Mitokondria dibatasi oleh membran rangkap yaitu terdiri dari membran luar dan membran dalam, Membran dalam mitokondria melakukan perluasan ke dalam matriks dengan membentuk penonjolan-penonjolan yang disebut krista. Dua membran penyusun mitokondria memiliki fungsi yang berbeda. Membran luar mitokondria terdiri dari 50% lipid dan 50% protein yang menyebabkan membran luar bersifat lebih permeabel dibandingkan dengan membran dalam.
5.     Lisosom
Lisosom dapat diibaratkan seperti petugas kebersihan pada sebuah unit pabrik. Lisosom merupakan vesikel mengandung enzim yang mencerna organel berlebih atau organel yang telah rusak serta mencerna partikel makanan. Lisosom juga mencerna bakteri dan virus yang telah memasuki sel. Lisosom merupakan organel yang sangat heterogen baik dalam bentuk dan ukurannya. Keanekaragaman ini mencerminkan bahwa organel ini mempuyai fungsi yang begitu banyak. Saat lisosom tidak aktif berbentuk bulat atau ovoid.
6.     Kloroplas dan plastida
Plastida merupakan organel dengan membran tertutup yang berperan penting dalam proses fotosintesis maupun penyimpanan makanan pada tumbuhan. Kloroplas merupakan plastid dalam banyak hal memiliki kesamaan dengan bakteri fotosintetik. Berdasarkan teori endosimbiosis, seperti halnya mitokondria, kloroplas diduga berasal dari bakteri fotosinteteik yang telah berevolusi dengan endosimbiosis (Starr et al, 2011).
Kloroplas merupakan salah satu organel yang terdapat pada sel tumbuhan dan ada beberapa organisme yang dapat berfotosintesis juga memiliki kloroplas seperti ganggang merah, coklat, dan ganggang hijau. Kloroplas mempunyai membran rangkap, antara membran luar dan membran dalam dipisahkan oleh ruang antar membran.
7.     Sitoskeleton
Salah satu organel yang cukup penting keberadaanya dalam sel adalah sitoskeleton. Sitoskeleton merupakan struktur rangka sel yang berbentuk jalinan serabut. Strukturnya membentang dalam sitoplasma. Sitoskeleton memiliki beberapa tugas di dalam sel. Fungsi itu antara lain yaitu sebagai pendukung pergerakan sel dan penjaga kestabilan bentuk sel, atau menjadi rangka sel dan pemberi bentuk sel, pemberi kekuatan mekanik sel dan membantu motilitas sel (gerakan substansi dari suatu bagian ke bagian yang lain), menjaga keseluruhan organel sel  supaya tetap pada posisinya, dan membantu gerakan kromosom kearah kutub saat pembelahan sel.
8.     Vakuola
Vakuola merupakan ruang sel yang berisi cairan. Cairan ini adalah air dan berbagai zat yang terlarut didalamnya. Vakuola ditemukan pada semua sel tumbuhan namun tidak dijumpai pada sel hewan dan bakteri, kecuali pada hewan uniseluler tingkat rendah (Johnson, 2011). Fungsi vakuola yaitu (Subowo, 2011) :
a.     Memelihara tekanan osmotic sel
b.     Penyimpanan hasil sintesa berupa glikogen, fenol, dll.
c.     Mengadakan sirkulasi zat dalam sel
d.     Tempat cadangan makanan : amilum dan gula disimpan di vakuola, jika diperlukan dapat digunakan kembali. Contoh: akar ketela pohon (tepung) dan di batang tebu (gula).
e.     Menyimpan pigmen: dalam vakuola pada sel-sel mahkota bunga ada pigmen merah, biru, kuning, dll. Adanya pigmen tersebut yang menyebabkan mahkota bunga berwarna warni.
f.      Menyimpan sisa metabolisme tidak bisa dikeluarkan tumbuhan, oleh karena itu disimpan di vakuola. Contoh dari sisa metabolisme diantaranya asam oksalat, alkaloid, dan getah karet.

Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi


Berpikir tingkat tinggi atau lebih dikenal dengan nama higher order thingking skills (HOTS) merupakan wilayah berpikir dalam tataran menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi dalam struktur taksonomi bloom. Komponen utama berpikir tingkat tinggi adalah kemampuan berpikir secara kritis, logis, reflektif, kreatif, dan metakognitif (Sutrisno, 2012). Kemampuan berpikir tingkat tinggi seseorang ditunjukkan dalam bentuk ketrampilan-ketrampilan yang dilengkapi dengan penjelasan dan kemampuan untuk mengambil keputusan yag tepat sesuai dengan permasalahan yang dihadapi. Rofiah, dkk (2013) menyatakan berpikir tingkat tinggi terjadi ketika seseorang mengambil informasi baru dan informasi yang tersimpan dalam memori saling berhubungan tau menata kembali dan memperluas informasi untuk mencapai tujuan atau menemukan jawaban yang mungkin dalam situasi membingungkan. Kemampuan berpikir tingkat tinggi dapat ditunjukkan melalui beberapa aspek, yaitu kemampuan berpikir kritis, berpikir kreatif, dan memecahkan masalah. Oleh karena itu kartu permainan yang diterapkan oleh peneliti menyajikan berbagai macam fenomena atau kasus yang disajikan kemudian peserta didik dapat mengambil keputusan untuk menentukan jawaban.
Ketrampilan berpikir tingkat tinggi ada banyak macamnya. Fokus peneliti pada penelitian ini  yakni untuk melatihkan kemampuan analisis yang merupakan bagian dari ketrampilan berpikir tingkat tinggi. Menurut Filsaime (2008) kemampuan analisis merupakan salah satu proses dari ketrampilan berpikir kritis utama. Kecakapan-kecakapan lain selain analisis yang merupakan bagian dari proses berpikir kritis yakni interpretasi, evaluasi, inferensi (simpulan), penjelasan, dan regulasi diri.
Analisis merupakan kemampuan untuk mengidentifikasi hubungan-hubungan sebab akibat diantara pernyataan, pertanyaan, konsep, deskripsi atau bentuk representasi lainnya, yang dimaksudkan untuk mengekspresikan kepercayaan-kepercayaan, penilaian, pengalaman, alasan, argument atau opini. Analisis meliputi pengujian data, pendekatan argument, dan menganalisis argument sebagai sub kecakapan analisis (Filsaime, 2008).
Ketrampilan berpikir tingkat tinggi dikembangkan dari taksonomi bloom dan revised taxonomy (Anderson dan krathwohl, 2001). Kesuksesan dalam menerapkan HOTS sangat begantung kepada kemampuan menerapkan, mengorganisasi, dan pengetahuan dalam kondisi tertentu. Taksonomi Bloom sendiri merupakan taksonomi yang menggambarkan aktivitas dan tingkah laku baik berasal dari ketrampilan berpikir tingkat rendah (LOTS) hingga ketrampilan tingkat tinggi (HOTS) (Sutrisno, 2012). Pada taksonomi bloom yang tergolong ke dalam HOTS yaki ranah kognitif analisis (C4), sintesis (C5), dan evaluasi (C6). Anderson dan krathwohl (2001) menyatakan perkembangan taksonomi bloom dengan konsep terbaru yang dinamakan revised taxonomy yang terdiri dari enam kategori dimensi kognitif yaitu remember, understand, apply, analyze, evaluate, create. Tiga kategori terakhir yaitu analyze, evaluate, create tergolong HOTS (Sutrisno, 2012).
Ada sedikit perbedaan antara taksonomi yang telah direvisi oleh Anderson dan Krathwhol, namun tidak mengubah konsep dasar taksonomi Bloom itu sendiri. Kartu permainan yang diterapkan oleh peneliti bertujuan agar peserta didik mampu mencapai kemampuan ranah kognitif pada tingkatan analyzing (C4) yakni peserta didik mampu menganalisis permasalahan setiap kasus atau fenomena yang ada pada setiap kartu, kemudian menyimpulkan satu jawaban yang benar.

RPP Kelas 1 tema Pengalamanku Subtema Pengalamanku di Sekolah


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

              Satuan Pendidikan    : SD Negeri 03 Bangka
                                      Kelas/Semester         : 1 / 2
                                      Tema                         : Pengalamanku
                                      Subtema                    : Pengalaman di Sekolah
                                      Pembelajaran ke       : 3
                                      Muatan Pelajaran      : PPKn, Bahasa Indonesia dan Matematika
                                      Alokasi Waktu          : 5 Jam Pembelajaran (5 x 35 Menit)

A.     Kompetensi Inti (KI)
  1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.
  2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru dan tetangga.
  3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah.
  4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis, dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.

Permainan Who Am I


Permainan Who Am I

Kata “kartu” dalam kamus besar Bahasa Indonesia adalah kertas tebal yang tidak seberap besar, biasanya berbentuk persegi panjang (Poerwadarminta, 2006). Kartu merupakan salah satu bentuk media yang dapat digunakan dalam proses belajar mengajar untuk mempermudah atau memperjelas penyampaian materi atau ide. Menurut KBBI kata permainan memiliki sebuah kata dasar yaitu main yang berarti melakukan permainan untuk menyenangkan  hati (dengan menggunakan alat-alat tertentu atau tidak) atau melakukan perbuatan untuk bersenang-senang (dengan alat-alat tertentu atau tidak). Ahmadi dan Sholeh (2005) mengungkapkan permainan adalah suatau perbuatan yang mengandung keasyikan dan dilakukan atas kehendak diri sendiri, bebas tanpa paksaan dengan bertujuan untuk memperoleh kesenangan pada waktu melakukan kegiatan tersebut.
Permainan ada banyak kategori dan macamnya, salah satu kategori permainan yakni permainan edukatif. Permainan edukatif menurut Ismail (2003) merupakan suatu kegiatan yang sangat menyenangkan dan dapat digunakan sebagai alat pendidikan yang bersifat mendidik. Maksudnya yaitu bahwa permainan edukatif merupakan suatu kegiatan yang sangat menyenangkan dan dapat digunakan sebagai alat pendidikan yang bersifat mendidik. Maksudnya yaitu bahwa permainan edukatif merupakan sebuah permainan yang digunakan dalam proses pembelajaran dan dalam permainan tersbut mengandung unsur mendidik atau nilai-niai pendidikan.
Permainan tentu saja bukan satu-satunya metode untuk memotivasi peserta didik, namun tentu merupakan salah satu yang terbaik (Hirumi, 2014). Permainan kerap kali memotivasi peserta didik karena imbalan yang berlaku di dalam permainan menambah konten pengetahuan, dan dengan demikian meningkatkan kinerja permainan. Permainan terdiri dari sistem aturan yang seimbang secara sempurna dan bekerja bersama untuk menciptakan pengalaman yang penuh makna dan menarik bagi pemain. Permainan telah menolong pendidik dan peserta didik untuk memenuhi standar pendidikan di abad 21 (Hirumi, 2014). Berdasarkan uraian di atas, hal tersebut mendasari peneliti ingin menerapkan kartu permainan Who Am I untuk melatihkan ketrampilan berpikir tingkat tinggi peserta didik serta untuk pemantapan materi struktur dan fungsi organel sel.